Tampilkan postingan dengan label Sana-sini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sana-sini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2012

Terapi Ikan Murah Meriah

Hari ini saya lagi pusing, boring, dan bingung mau kemana. Saat aku merenung dan duduk di tempat tidurku, aku melirik Handycam ku yang tergeletak bersama buku-buku bacaanku. Langsung saja saya pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan badan (mandi). Setelah itu bergegas merapikan diri dan membawa handycamku itu lalu pergi keluar. Mumpung ispirasi datang ni....

Pertama saya pergi ke sawah deket kampus kesehatan yang ada di Klaten sini. Kebetulan ada yang sibuk di sawah ngusruk tanaman pengganggu padi dan ibu-ibu yang menanam padi.

Setelah selesai dari tempat ini saya langsung pergi menggunakan motor bebek saya ke Gondang Winangoen untuk merasakan terapi ikan. Katanya sich enak, setelah di terapi ikan. Makanya aku mencoba hari ini, dan ini adalah pertama kali saya merasakan terapi ikan.

Hanya dengan membayar tiket masuk Rp. 3000,- saya sudah bisa masuk ke tempat ini dan bisa merasakan terapi ikan. Murah kan tiket masuknya, dengan bayar segitu kita bisa merasakan terapi ikan. Itu hanya ada di Klaten loh, daerah lain belum tentu ada yang semurah itu.



Saat pertama kali kaki saya masukan ke dalam air, ikan-ikan ini mulai mendekat dan mulai menggigit kuliat saya. Awal yang saya rasakan saat digigit ikan-ikan kecil ini rasanya sangat geli, tapi lama-lama enak juga rasanya. Saya yakin banyak sekali manfaat dari terapi ikan ini, itu bisa saya rasakan saat digigit bagian kulit kaki ini. Sepertinya saraf-saraf yang mati "mungkin" diperbaiki oleh getaran dari gigitan ikan itu. Terkadang di jari-jemari kaki saat digigit seperti ada efek ke otak yang bisa saya rasakan. Kepala jadi enteng, rasa pusing alias stress bisa tenang dan reda. Pikiran menjadi jernih dan nyaman sekali yang saya rasakan.

Sembari menikmati terapi ikan ini, saya juga memotret pemandangan disekitar kolam ikan ini. Ya moga aja foto ini enak di pandang dan membuat anda tertarik pada tempat ini :)



Demikian reportase saya hari ini. Terimakasih Atas Kesediaannya datang ke blog saya...sampai jumpa.
READMORE -

Rabu, 21 September 2011

HUKUM ISLAM TIDAK DITERAPKAN, PEMIMPIN SUMBER MUSIBAH

Alhamduillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Indonesia kaya akan kekayaan alamnya, tapi juga kaya akan berbagai musibah dan konflik. Hitung saja sejak naiknya presiden Indonesia sekarang, sudah berapa musibah besar terjadi di negeri ini. Bukan hanya yang menimpa fisik, musibah akidah dan akhlak juga semakin merajalela. Paham sesat pluralisme dan sekulerisme yang mematikan hati semakin dapat tempat. Aliran-aliran sempalan Islam semakin terlindungi. Sebaliknya gerakan dakwah untuk ditegakkannya hukum Allah di bumi Indonesia dimusuhi dan dicitrakan sebagai paham teroris. Bahkan, para tokohnya dibunuh, dipenjara, dan dirusak nama baiknya.
Paceklik dan kemarau panjang salah satu musibah yang sekarang sedang mengancam. Banyak masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi, dipakai mandi dan cuci. Kekeringan yang menyebabkan gagal panen sudah menimpa ribuan hektar sawah di beberapa daerah, ditahannya hujan sehingga terjadi peceklik dan kekeringan merupakan akibat dosa manusia. Sedangkan manusia adalah makhluk sosial yang hidup di bawah suatu kepemimpinan/pemerintahan yang menetapkan aturan atas mereka. Baik dan buruknya aturan akan mempengaruhi kesalehan mereka. Jika aturan yang diterapkan tidak didasarkan pada iman dan untuk mewujudkan ketakwaan, maka masyarakatpun akan tidak shalih. Apalagi kalau aturan melegalkan kemungkaran dan melindunginya, maka masyarakat akan menjadi pendosa. Sehingga musibah dan bencana akan turun karenanya.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berdiri di hadapan kami lalu bersabda:
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ   
"Wahai sekalian Muhajirin, lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah dari kalian menjumpainya:
  1. Tidaklah merebak perbuatan keji (seperti zina, homo seksual, pembunuhan, perampokan, judi, mabok, konsumsi obat-obatan terlarang dan lainnya) di suatu kaum sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan merebak di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un (semacam kolera) dan kelaparan yang tidak pernah ada ada pada generasi sebelumnya.
  2. Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan disiksa dengan paceklik panjang, susahnya penghidupan, dan kezaliman penguasa atas mereka.
  3. Tidaklah mereka menahan membayar zakat kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka. Dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.
  4. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan janji Rasul-Nya, kecuali akan Allah jadikan musuh mereka (dari kalangan kuffar) menguasai mereka, lalu ia merampas sebagian kekayaan yang mereka miliki.
  5. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) berhukum dengan selain Kitabullah dan menyeleksi apa-apa yang Allah turunkan (syariat Islam), kecuali Allah timpakan permusuhan di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad shahih)." (HR Ibnu Majah dan  Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shahihah no. 106)
Dalam hadits di atas, pemimpin zalim disebutkan sebagai akibat atas kedurhakaan msyarakat. Namun, di ujung disebutkan, pemimpin yang tidak menerapkan syariat akan menyebabkan terjadinya perpecahan dan permusuhan di tengah-tengah masyarakat. Disamping mereka sebagai akibat mereka juga menjadi sebab. Karena, tidaklah perbuatan-perbuatan keji akan tersebar dan dilakukan terang-terangan di tengah-tengah manusia, jika pemimpinnya tegas dalam menerapkan hukum Islam. Tidak ada pezina dan pelacur yang beriklan jika pemimpin menerapkan hukum Islam berupa cambuk dan rajam. Jangankan zinanya, segala sarana yang mengarah ke sana saja dilarangnya. Tidak seperti di negeri ini, pelacuran dilindungi, dilegalkan dan dilokalisir di tempat yang dilindungi undang-undang. Siapa yang menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar di sana, dianggap melakukan kriminal karena melanggar undang-undang. Bahkan penamaannya diganti dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang seolah menjadi jalan resmi untuk mencari nasi, sekelas dengan kuli bangunan, Pedagang, sampai PNS.
Menahan dan tidak mengeluarkan zakat tidak akan terjadi dengan luas jika pemerintah menerapkan hukum Islam. Karena kepentingan utamanya, menegakkan hukum Allah, membimbing masyarakat untuk bertakwa, dan mengatur kemaslahatan dunia mereka. Namun, jika bukan pemerintahan Islam yang mengaturnya dan bukan hukum Islam yang ditegakkannya, mengelola zakat tidak menjadi bagian kepentingannya. Jika ada yang menahan dan tidak mengeluarkannya bukan sebagai pelanggaran, namun sebaliknya jika tidak mebayar pajak maka dianggap melangar. Padahal pajak tidak dikenal dan tidak wajib bagi kaum muslimin, kecuali jika mereka hidup dibawah penguasa selain mereka.
. . . tidaklah pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) berhukum dengan selain Kitabullah dan menyeleksi apa-apa yang Allah turunkan (syariat Islam), kecuali Allah timpakan permusuhan di antara mereka. . . .
Sebab Datangnya Keberkahan
Sesungguhnya Allah akan menurunkan keberkahan bagi suatu penduduk negeri jika mereka menegakkan iman dan takwa. Di antaranya membenarkan isi agama Allah dan menerapkannya di tengah-tengah umat manusia. Tujuannya, supaya mereka benar dalam memberikan peribadahan kepada pencipta mereka yang sesungguhnya, yakni Allah Subhanahu wa Ta'ala.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al-A'raf: 96)
Ayat di atas menjelaskan, kalau penduduk negeri beriman dengan keimanan yang sesungguhnya dalam hati mereka yang dibuktikan dengan amal perbuatan, niscaya Allah akan membuka keberkahan dari langit dan bumi. Yaitu dengan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan yang deras dan menumbuhkan tanaman dari bumi untuk kebutuhan hidup mereka dan binatang-binatang.  
Keimanan ini bentuknya, meyakini dengan benar ajaran Islam yang disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, tunduk dan patuh padanya. Lalu mereka bertakwa kepada Allah Ta'ala dalam zahir dan batinnya, dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi apa yang Allah haramkan.
Sebaliknya, jika penduduk negeri ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, mendustakan agaman-Nya, tidak mau tunduk, patuh dan bertakwa kepada-Nya, niscaya Allah akan menghukum mereka dengan diangkatnya barakah, diturunkannya musibah, bencana, dan berbagai fitnah sebagai balasan atas sebagian dosa mereka.
Allah menceritakan negeri Saba' yang subur dan kaya akan kekuasaan alamnya, "Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.  (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".  Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir." (QS. Saba': 15-17)
Urgensi Kepemimpinan Islam
Sesungguhnya kepemimpinan sangatlah penting. Islam juga sangat besar memberi perhatian kepadanya. Bahkan dimasukkan sebagai bagian terbesar dari tujuan dan kewajiban yang ingin diwujudkan oleh agama. Di mana fungsinya, sebagai pengganti peran kenabian dalam menjaga dien ini dan mengatur dunia. Sehingga kaum muslimin wajib mengangkat seorang imam yang mengatur mereka dengan Kitabullah (Syariat Islam), seperti dalam firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya." (QS. Al-Nisa': 58) Konteks ayat ini, bahwa khitab dalam ayat tersebut bersifat umum yang mengharuskan untuk melaksanakan beragam amanat, di antaranya amanat hukum. Umat Islam berkewajiban melaksanakan amanat ini kepada ahlinya dan menyerahkanya kepada siapa yang akan menegakkannya dengan benar.
Sesungguhnya banyaknya kewajiban-kewajiban syariat yang tidak bisa direalisasikan tanpa adanya pemerintahan Islam, seperti menegakkan hudud dan mengimplementasikan hukum-hukum Islam, menjaga perbatasan, menyiapkan dan mengirim pasukan, menjaga keamanan, mengangkat hakim dan lainnya. Mana saja kewajiban tidak bisa sempurna kecuali dengan keberadaannya, maka iapun menjadi wajib. Terlebih, dari sisi urgensinya untuk mencegah bahaya besar yang terjadi di tengah-tengah kesemrawutan dan tidak tegaknya pemerintah Islam, maka perintah mewujudkan kepemimpinan Islam menjadi sangat wajib. Mewujudkannya menjadi tuntutan syariat yang sangat urgen. Karenanya, tidak ada alasan untuk meninggalkannya dan meremehkan kewajiban ini.
Imam Ali radliyallahu 'anhu berkata, "Manusia harus memiliki pemimpin, yang baik maupun jahat." Mereka berkata, "Wahai Amirul Mukminin, yang baik kami telah tahu, tapi bagaimana dengan yang jahat?" Beliau menjawab, "(Dengannya) hudud bisa ditegakkan, jalan-jalan menjadi aman, musuh bisa diperangi, dan fa'i bisa dibagi." (voa-islam)
READMORE -

Senin, 12 September 2011

Ambon Kembali BERDETAK

Bentrok antara warga Muslim dan Kristen meletus lagi di kota Ambon. Menurut berita berawal terbunuhnya dua orang tukang ojek muslim di Gunung Nona. Kematian dua orang tukang ojek muslim itu, kemudian meledak menjadi konflik antara warga Muslim dan Kristen di kota Ambon Manise.
Peristiwa ini seperti mengulangi episode yang pernah terjadi di tahun 1999. Di mana peristiwa saat itu tepat pada hari Idul Fitri. Kaum Muslimin yang sedang bersuka-cita merayakan Idul Fitri, tiba-tiba diserang oleh orang-orang Kristen. Mereka menyerang kampung-kampung Muslim, dan menghancurkan masjid-masjid. Termasuk ada masjid-masjid yang ditulisi dengan kata-kata kotor,  menghina Nabi Shallahu alaihi wassalam, dan diding masjid digambari babi.
Peristiwa Idul Fitri di tahun 1999, berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dan meluas di berbagai wilayah Maluku, termasuk di Maluku Utara. Orang-orang Kristen di Maluku Utara melakukan penghancuran terhadap kampung-kampung Muslim, dan membunuhi warganya. Mereka sangat agresif. Menggunakan senjata, menghancurkan orang-orang Muslim di wilayah itu. Salah satu daerah yang dihancurkan di Maluku Utara adalah kota Tobelo, yang banyak meninggalkan korban dari kalangan Muslim.
Orang-orang Kristen ingin melakukan "cleansing" terhadap komunitas Muslim di Ambon. Mereka mengklaim Ambon identik dengan Kristen. Karena itu, ketika kamunitas Muslim menjadi sebuah entitas (kekuatan) yang eksis, maka langkah yang mereka lakukan ingin menjadikan Muslim di Ambon dan Maluku menjadi "zero" (nol). Dengan kekuatan senjata yng mereka miliki.
Sejatinya orang-orang Kristen itu  menjadi "proxi" (tangan) penjajah, dan kemudian menjelma menjadi Gerakan RMS (Republik Maluku Selatan), dan tak pernah secara de facto dan de jure mengakui eksistensi Negara Republik Indonesia. Mereka tetap sebuah entitas politik, yang masih tetap berpegang memori yang sifatnya emosional, yaitu sebuah "enclave" (kantong) Kristen, yang lahir sejak datangnya penjajah Eropa di wilayah itu. Maka, entitas RMS itu, sifatnya permanen dan laten, dan mereka tetap  ingin menegakkan RMS dengan segala cara.
Tokoh RMS yang sangat terkenal Alex Manuputty, sekarang tinggal New York,  di Amerika, dan terus melakukan gerakan politik, dan ingin mendapatkan pengakuan atas eksistensi RMS di Maluku oleh PBB. Tentu, langkah-langkah ini, diperjuangkannya secara sistematis, terencana, dan segala bentuk konspirasi serta manipulasi untuk mencapai tujuan yang hendak tegakkan.
Di manapun entitas Kristen yang berada di negeri-negeri Muslim, selalu menggunakan skenario konflik agama, dan kemudian mengharapkan campur tangan internasional, dan tujuan terakhir mereka memisahkan diri. Mereka membuat manipulasi informasi, sebagai fihak yang dizalimi sebagai minoritas.
Seperti peristiwa yang terjadi di tahun 1999, ketika terjadi titik balik, akibat perlawanan yang dilakukan oleh komunitas Muslim terhadap komunitas Kristen yang melakukan serangan, maka mereka membuat opini dan laporan, sebagai fihak yang dizalimi oleh kelompoki miyoritas Muslim. Mereka membuat laporan kepada Komisi Hak Asasi Manusia di Parlemen Eropa dan PBB. Sehingga, terjadi pembalikkan opini terhadap peristiwa yang terjadi di Ambon. Kemudian orang-orang Muslim, yang mempertahakan hidup mereka menjadi tertuduh, dan sebagai kelompok teroris.
Peristiwa Ambon tahun 1999, di masa pemerintahan Presiden BJ. Habibie itu, nyaris akan mengundang intervensi fihak militer Amerika Serikat, yang kala itu sudah menempatkan pasukan angkatan lautnya di perairan Ambon.
Maka, situasi selanjutnya, fihak yang disalahkan adalah komunitas Muslim, dan bahkan fihak aparat keamanan di Ambon, melakukan langkah-langkah deteren (penghancuran) terhadap kekuatan-kekuatan Muslim, yang ingin menjaga keberadaan komunitas Muslim, di wilayah itu. Entitas Muslim menjadi tertuduh sebagai kelompok ekstrim. Bersamaan dengan itu, ada perintah penarikan pasukan "Laskar Jihad" yang dipimpin Ja'far Umar Thalib dari Ambon, dan kemudian dibubarkannya  laskar itu, yang semula terlibat dalam menjaga dan melindungi entitas Muslim Ambon.
Hal ini terjadi pula di Poso. Di mana entitas Muslim di Poso dihancurkan dan dan dibantai. Perempuan dan anak-anak, serta orang tua dibantai. Ratusan orang dibunuh dengan keji oleh milisi "Kelawar" yang dipimpin oleh Tibo, tapi kemudian yang menjadi tersangka dan tertuduh adalah kelompok Muslim, sebagai teroris. Bahkan, bagaimana di Poso digambarkan oleh pihak aparat keamanan dan intelijen, sebagai tempat latihan teroris, dan mengundang perhatian yang sangat luar biasa dari dunia internasioal terhadap Poso.
Meledaknya peristiwa di Ambon ini bersamaan dengan peringatan satu dekade (10 tahun) peristiwa 11 September, di mana di Amerika Serikat sedang berlangsung peringatan atas peristiwa runtuhnya Gedung WTC. Adakah ini memiliki korelasi dengan peristiwa yang sedang sekarang diperingati di Amerika Serikat, yang ingin tetap melestarikan peritiwa itu, dan menjadikan kaum Muslim sebagai biang kekerasan dan terorisme?
Padahal, mantan Perdana Menteri Malaysia Dr.Mahathir Mohammad, menyatakan dengan sangat tegas, bahwa peristiwa 11 September 2001, sebagai produk kebohongan yang dibuat oleh Presiden George Walker Bush, yang bertujuan untuk menjajah dan menguasai negara-negara Islam, seperti Irak dan Afghanistan dengan jalan militer.
Unsur-unsur lokal selalu ada yang bersedia menjadi alat penjajah yang ingin menjadikan Indonesia  bercerai-berai atau mengalami destintegrasi dengan jalan menciptakan konflik, dan kemudian fihak asing melakukan campur tangan, seperti yang terjadi di Timor-Timur atau Sudan Selatan, kemudian  melalui referendum,  mereka memisahkan diri  dengan negara induknya. Apalagi, Indonesia negara kepulauan, yang sangat rentan terjadinya desintegrasi. Wallahlu'alam.
READMORE -

Selasa, 19 Juli 2011

9 Tips Menghilangkan Jerawat

Bagi anda yang sering mencari bagaimana solusi / cara menghilangkan jerawat, tips menghilangkan jerawat, menghilangkan jerawat, cara menghilangkan jerawat secara alami, cara menghilangkan bekas jerawat, tips menghilangkan jerawat secara alami, obat menghilangkan jerawat, cara untuk menghilangkan jerawat, cara ngilangin jerawat, Tips cara menghilangkan jerawat, petua menghilangkan jerawat, tips untuk menghilangkan jerawat, tips jerawat, tips menghilangkan bekas jerawat secara alami, tips menghilangkan jerawat, tips hilangkan jerawat, bagaimana cara menghilangkan jerawat, cara-cara menghilangkan jerawat, cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat, cara hilangkan jerawat, ngilangin jerawat, tips ngilangin jerawat, cara menghilangkan jerawat pada wajah, tips menghilangkan jerawat dan bekas jerawat
. Kayaknya saya nulisnya terus dan saya ulang-ulang eaa..hehehe eaa ea ini dia solusi yang akan saya berikan kepada anda semua.

Pembaca yang budiman wajah adalah pesona setiap insan, baik itu pria atau wanita. Hal yang pertama kali diperhatikan jika kita bertemu seseorang adalah wajah. oleh karena itu kita wajib menjaga kebersihan wajah kita. Jika di wajah kita muncul yang namanya jerawat, pasti akan mengganggu sekali terhadap penampilan kita…khususnya bagi wanita yang selalu peduli akan kecantikan.
Jerawat akan lebih menyiksa lagi karena sering muncul pada masa pubertas yang katanya sebagian besar orang adalah masa yang paling indah, masa2 pacaran. bagaimana kita bisa punya pacar jika wajah kita merupakan sarang jerawat? Pasti sulit sekali bukan? Berikut ini tips yang akan membuat jerawat anda hilang dan tidak akan mengganggu penmpilan anda lagi :
1. Mencuci wajah 2 kali sehari
Mencuci wajah 2 kali sehari akan membantu menghilangkan minyak di permukaan kulit kita. Jika kita jarang membersihkannya, maka bakteri penyebab jerawat akan hidup subur di wajah kita. Namun ingat..jangan mencuci wajah apalagi menggosok wajah secara berlebihan karena malah akan meningkatkan produksi minyak sobaceous yang dapat menyebabkan masalah kulit pada wajah. Cucilah wajah 2 kali sehari dengan menggunakan sabun yang lembut.
2. Sesuaikan kosmetik dengan jenis kulit anda
Jika kulit anda berminyak maka gunakanlah kosmetik untuk kulit berminyak, jika kosmetik yang anda gunakan tidak sesuai dengan jenis kulit anda..jerawat akan segera mendatangi kulit wajah anda. Jadi berhati-hatilah dalam memilih kosmetik.
3. sebisa mungkin hindari kosmetik yang berminyak.
secara alami wajah kita akan menmproduksi minyak, bahkan kulit kering sekalipun. Jadi sebisa mungkin hindarilah hindarilah menggunakan kosmetik yang berlebihan karena minyak dan debu akan menjadi media bakteri penyebab jerawat untuk bermukim di wajah kita.
4. Keringkan wajah kita dengan handuk yang bersih setelah cuci muka atau mandi, karena bakteri juga menyukai tempat yang lembab dan hangat.
5. Minum air putih
Hampir 70% kulit kita terdiri dari air, dengan minum air minimal 2 liter sehari, maka kulit kita akan selalu fit dan sehat.
6. gunakan pelembab kulit
Menggunakan pelembab akan membantu menyehatkan kulit kita, terutama dari kulit kering dan pecah2. Namun pelembab disini bukan berarti pelembab yang berminyak..sekarang sudah banyak produk kosmetik yang berbahan dasar air.
7. selalu pastikan kulit anda bersih sebelum tidur.
Selalu cuci muka anda sebelum tidur agar kulit beregenerasi dengan baik.
8. Sering-seringlah makan sayur dan buah.
sayur2an mengandung banyak vitamin yang menyehatkan kulit kita. Perbanyaklah makan sayur atau buah, terutama yang mengandung vitamin E. Dengan kulit yang sehat, maka jerawat akan sukar untuk tumbuh dan berkembang.
9. Tidur yang cukup dan teratur.
Kulit juga sama seperti kita, butuh istirahat. Jadi biasakanlah untuk tidur yang cukup dan teratur. Karena saat kita tidur, kulit akan beregenerasi dan membuang racun2 yang berbahaya sehingga saat kita bangun keesokan harinya kulit kita akan kebali segar.

Heru Cahyono, Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
READMORE -

Minggu, 17 Juli 2011

Menentukan Pilihan

Suatu hari, terjadilah bencana banjir di sebuah kota. Hujan besar disertai angin kencang yang datangnya tiba-tiba itu telah memporakporandakan banyak harta benda penduduk dan membawa korban nyawa yang tidak sedikit jumlahnya.

Di antara korban bencana di sana, terdapat seorang pemuda yang berhasil menyelamatkan istrinya tetapi sayangnya setelah usahanya menyelamatkan istrinya berhasil, anaknya yang masih balita tidak sempat tertolong, terseret arus, dan akhirnya ditemukan telah meninggal dunia.

Atas kejadian itu, terjadi silang pendapat di antara penduduk yang selamat. Satu pihak menyatakan perbuatan suami yang menyelamatkan istrinya terlebih dahulu adalah hebat dan benar. Menurut mereka, lebih penting menyelamatkan istri. Mengenai anak, menurut mereka, toh nanti pasangan itu bisa dikaruniai putra atau putri lagi. Pokoknya, mereka mendukung pilihan ayah muda itu.

Di pihak yang berseberangan, mereka menyalahkan keputusan si pemuda yang membiarkan anaknya terseret arus dan akhirnya meninggal dunia. Bagi mereka, anak adalah karunia Tuhan yang dititipkan kepada kita, yang tidak boleh disia-siakan dan harus kita pelihara dengan sebaik-baiknya. Jika istri yang meninggal, kan bisa cari istri lagi?

Akhirnya mereka beramai-ramai ingin mendengar langsung dari si pemuda, apa alasan dia memutuskan menolong istrinya dan bukan anaknya terlebih dahulu?

Dengan raut muka menyimpan duka dan mata yang berkaca-kaca, si pemuda dengan suara bergetar menjawab, "Saat air datang dengan tiba-tiba, saya terlempar dan terbawa arus yang deras. Situasi yang seperti itu, tolong dijawab, apakah ada kesempatan bagi saya untuk menentukan pilihan antara menolong istri atau anakku terlebih dahulu? Yang ada di dekat saya waktu itu adalah istriku, maka serta merta saya pun menangkap tangannya dan membawanya pergi dari situ. Saat saya menoleh kembali ke tempat anakku, dia sudah terseret arus dan saya tidak mampu menjangkaunya.

Kalau saya diberi waktu untuk menimbang dalam menentukan pilihan, mungkin saat ini saya telah kehilangan kedua orang yang sama-sama saya cintai. Tolong jangan hakimi saya. Biarlah saya sendiri yang menanggung kesedihan dan perasaan yang bersalah. Karena saya tidak mampu melindungi keluarga dari bencana yang membuat kami kehilangan putra kesayangan kami."

Netter yang bijaksana!
 
Pada saat situasi darurat, kadang manusia tidak mempunyai kesempatan untuk berpikir dan memilih yang terbaik bagi dirinya. Tetapi, banyak pula manusia yang terlalu banyak berpikir, menimbang, dan selalu ragu dalam menentukan pilihan sehingga mereka kehilangan kesempatan yang datang di hadapannya.

Maka pada saat kesempatan datang menghampiri, tangkap dan jangan lewatkan karena mungkin dia tidak akan datang kembali. Entah kapankesempatan datang. Yang utama adalah sikap mental kita dalam menyiapkannya.

Jangan terlalu memilih-milih pekerjaan apa yang ingin Anda kerjakan, tetapi pastikan Anda mengerjakan setiap pekerjaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat, dan keyakinan.Sumber : Andre Wongso
READMORE -

Jumat, 15 Juli 2011

Android Itu Apa?


Android merupakan subset perangkat lunak untuk ponsel yang meliputi sistem operasi, middleware dan aplikasi kunci yang di release oleh Google. Saat ini disediakan Android SDK (software Development kit) sebagai alat bantu dan API diperlukan untuk mulai mengembangkan aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa pemrograman Java.

Features :

* Framework Aplikasi yang mendukung penggantian komponen dan reusable.
* Mesin virtual Dalvik dioptimalkan untuk perangkat mobile
* Integrated browser berdasarkan engine open source WebKit
* Grafis yang dioptimalkan dan didukung oleh perpustakaan grafis 2D, grafis 3D berdasarkan spesifikasi opengl ES 1,0 (Opsional akselerasi hardware)
* SQLite untuk penyimpanan data
* Media Support yang mendukung audio, video, dan gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
* GSM Telephony (tergantung hardware)
* Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (tergantung hardware)
* Kamera, GPS, kompas, dan accelerometer (hardware tergantung)
* Lingkungan Development yang lengkap dan kaya termasuk perangkat emulator, tools untuk debugging, profil dan kinerja memori, dan plugin untuk Eclipse IDE



Emulator Phone


Framework Aplikasi :

Pengembang memiliki akses penuh framwork API yang sama yang digunakan oleh aplikasi inti. Arsitektur aplikasi dirancang agar komponen dapat digunakan kembali (reuse) dengan mudah. setiap aplikasi dapat memanfaatkan kemampuan ini dan aplikasi yang lain mungkin akan memanfaatkan kemampuan ini (sesuai dengan batasan keamanan yang didefinisikan oleh framework). Mekanisme yang sama memungkinkan komponen untuk diganti oleh pengguna.
Semua aplikasi yang merupakan rangkaian layanan dan sistem, termasuk:

* View Set kaya dan extensible yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi, termasuk daftar, grids, kotak teks, tombol, dan bahkan sebuah embeddable web
* Content Provider yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data (seperti dari daftar kontak telp) atau dari data mereka sendiri
* Resource Manager, yang menyediakan akses ke kode sumber non-lokal seperti string, gambar, dan tata letak file
* Notifikasi Manager yang memungkinkan semua kustom aplikasi untuk ditampilkan dalam alert status bar
* An Activity Manager yang mengelola siklus hidup aplikasi dan menyediakan navigasi umum backstack

Android Runtime

Android terdiri dari satu set core libraries yang menyediakan sebagian besar fungsi yang tersedia dalam core libraries dari bahasa pemrograman Java. Setiap menjalankan aplikasi Android sendiri dalam proses, dengan masing-masing instance dari mesin virtual Dalvik (Dalvik VM). Dalvik dirancang agar perangkat dapat menjalankan multiple VMs secara efisien. Mesin Virtual Dalvik dieksekusi dalam Dalvik executable (.dex), sebuah format yang dioptimalkan untuk memori yang kecil. Dalvik VM berbasis, berjalan dan dikompilasi oleh compiler bahasa Java yang telah ditransformasikan ke dalam .dex format yang disertakan oleh tool "dx".
Dalvik VM bergantung pada kernel Linux untuk berfungsi , seperti threading dan manajemen memori tingkat rendahnya .

Linux Kernel

Android bergantung pada Linux Versi 2.6 untuk inti sistem pelayanan seperti keamanan, manajemen memori, proses manajemen, susunan jaringan, dan driver model. Kernel juga bertindak sebagai lapisan yang abstak antara hardware dan software stacknya.

Sumber : http://indo-android.blogspot.com/
READMORE -

Selasa, 12 Juli 2011

Presiden SBY (Indonesia) VS Presiden Ma (Taiwan)


Tulisan ini tidak memiliki substansi politik. Tulisan ini juga tidak bermaksud mengkritik atau menjatuhkan, karena pada dasarnya saya hanya membandingkan. Tulisan ini dibuat karena Sabtu kemarin (9 Juli 2011), tanpa sengaja saya bertemu dengan Presiden Taiwan (Ma Ying-jeou) dalam perjalanan saya dari Taipei menuju Kaohsiung, dan karena hari ini saya membaca berita ini:

SBY ke Yogya, 28 Pesawat Terancam Delay

Sabtu lalu, saya dan teman-teman naik kereta Taiwan High Speed Rail (THSR) tujuan Kaohsiung (Zuoying) yang berangkat dari Taipei jam 7.30 pagi. Kereta dengan kecepatan rata-rata 220 km/jam ini memperpendek waktu tempuh Taipei-Kaohsiung (±320 km) yang normalnya ditempuh dalam 5 jam perjalanan darat menggunakan kereta biasa/mobil menjadi hanya 1,5 jam saja. Karena kepraktisannya, THSR menjadi pilihan pertama warga Taiwan (karena tidak perlu check in dan menunggu boarding), dan penerbangan lokal menjadi pilihan kedua. Kami memesan tempat duduk di gerbong 8, kelas ekonomi. Ada dua kelas di THSR, ekonomi dan bisnis. Harga tiket kelas ekonomi adalah NTD 1490 (sekitar IDR 440.000) dan harga tiket kelas bisnis adalah NTD 1950 (sekitar IDR 582.000).

Sewaktu kami memasuki gerbong dan kemudian duduk di tempat yang kami pesan, tidak ada sesuatu yang istimewa. Semuanya biasa saja. Beberapa saat kemudian perhatian kami teralihkan melihat seorang fotografer (terlihat dari kamera profesional yang dia gunakan) sibuk mengambil gambar. Tempat duduk kami berada di tengah, dan kami melihat seseorang memasuki gerbong kami dari depan, bersalaman dengan beberapa penumpang yang duduk di bagian depan, dan diikuti oleh beberapa orang di belakangnya. Kami baru menyadari itu adalah Presiden Ma ketika beliau berjalan menuju belakang, dan sempat menyalami salah satu di antara kami. Lalu meneruskan berjalan dan duduk di salah satu kursi di belakang. Nomor 16. Kursi kami nomor 7. Dan meninggalkan kami tercengang. Kaget. Saking kagetnya sampai tidak ada di antara kami yang sempat berpikir untuk memotret Presiden Ma.

Hanya begitu. No fuss. Beberapa orang dalam rombongan presiden itu pun biasa saja, tidak menggunakan setelan jas rapi, hanya kemeja dan celana panjang biasa, sama seperti Presiden Ma. Gerbongnya tidak dijaga khusus, tidak juga direserve untuk rombongan presiden. Dan itu gerbong kelas ekonomi. Tidak ada bodyguard berseragam, tidak ada pemeriksaan macam-macam untuk penumpang biasa. Dan penumpang lain yang ada di gerbong itupun tidak bereaksi berlebihan, sepertinya biasa melihat presiden mereka naik kereta penumpang biasa.

Lalu saya dan teman-teman sedikit bergunjing. Seandainya itu di Indonesia, apakah hal yang sama akan terjadi. Well, probably not. Lalu kebetulan tadi saya membaca berita itu. Memang pembandingannya bisa jadi kurang seimbang mengingat itu akan memakan terlalu banyak waktu jika bapak SBY naik kereta ke Yogya secara kita belum punya kereta supercepat seperti THSR. Tapi kok ya kurang mengapresiasi penumpang pesawat biasa yang terpaksa terlambat berangkat. Bagaimana jika ada janji penting, misalnya konferensi di kota tujuan? Pertemuan bisnis? Acara pernikahan?

Ah, saya hanya membandingkan saja. Maaf bila dirasa menyinggung.

Salam hangat (kepanasan sebenarnya, Taipei siang ini 34 derajat Celcius),

-Citra
P.S. Minggunya saat kembali ke Taipei, kami “harus” naik kelas bisnis karena reserve-nya terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan kereta. Dan kami berucap, “Presiden Ma aja naik kelas ekonomi lho, kita malah naik kelas bisnis!”
READMORE -

Jumat, 27 Mei 2011

Tips Membuat Film Pendek



Berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus kita perhatikan dalam membuat film pendek. Dengan mengikuti langkah-langkah yang akan diuraikan ini, maka kita dapat mengurangi beberapa hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Meskipun begitu, ini merupakan saran-saran saja, dan dapat dikembangkan berdasarkan keahlian dan pengalaman. Take a look..
1. Apakah film Anda layak ditonton
Sebelum semuanya dimulai, maka selayaknya kita bertanya: apakah semua orang pasti menonton film yang akan kita buat ?. Jawabnya, No!. Artinya tidak semua orang �pasti� akan menonton film kita. Sebelum menulis skenarionya, mari tanyakan kepada diri sendiri terlebih dahulu; mengapa orang harus menonton film yang akan kita buat.
2. Jangan mulai produksi tanpa adanya budget
Film, meskipun sederhana sangat membutuhkan biaya!. Besar biaya memang tidak terbatas, bisa besar bisa kecil. Dengan membuat prakiraan biaya (budget), maka kita akan lebih tahu apa yang harus kita lakukan dengan uang yang dimiliki. Produksi tanpa budget menyebabkan rencana-rencana tidak bisa diprediksi. Apalagi jika uang yang tersedia tidak mencukupi, bisa-bisa film yang sedang dikerjakan tidak selesai-selesai.
3. Minta persetujuan pihak-pihak yang terlibat
Sebelum shooting dilakukan, ada baiknya meminta persetujuan tertulis dari pihak-pihak yang terlibat didalam film, seperti aktor/aktris, music director, artwork, sponsor, atau siapa saja yang ingin berkontribusi. Bereskan dulu semua ini!. Karena kalau memintanya saat shooting dimulai, maka �kemangkiran-kemangkiran� dari pihak-pihak tersebut akan terasa sulit dimintakan pertanggung jawabannya. Maka, do it Now!.
4. Buatlah film pendek memang pendek!
Penulis naskah dan/atau sutradara harus bisa memenuhi standar yang menyatakan bahwa sebuah film adalah film pendek. Bertele-tele dalam penyajiannya akan membuat penonton bosan. Jika itu film pendek..maka harus pendek. Meskipun sulit, tapi memang harus begitu. Standar film pendek adalah maksimal berdurasi 30 menit!.
5. Jika memakai aktor yang tidak professional, maka lakukan casting
Tidak lepas kemungkinan film pendek dibintangi oleh aktor/aktris yang tidak professional (amatir). Ini sih wajar-wajar saja. Apalagi mereka (mungkin) tidak dibayar. Tapi untuk memilih karakter-karakter pemain yang sesuai, wajib melakukan pemilihan peran (casting). Jangan memilih orang sembarangan apalagi casting baru akan lakukan beberapa saat menjelang shooting. Berbahaya!.
6. Tata suara sebaik-baiknya
Tata suara yang buruk pada kebanyakan film pendek (meskipun memiliki konsep cerita menarik) menyebabkan tidak nyaman ditonton. Gunakan perangkat pendukung tata suara seperti boom mike untuk mendapatkan hasil yang baik. Kalau gak punya, beli atau pinjam aja�
7. Yakin OK saat shooting, jangan mengandalkan post-production
Saat ini semua film kebanyakan dikerjakan dengan kamera digital. Maka tidak sulit untuk memeriksa apakah semua hasil shooting sudah memenuhi sarat atau belum dengan melakukan playback. Periksa semua! frame dialog, tata suara, pencahayaan atau apa saja. Apakah sudah sesuai dengan kualitas yang diinginkan ?. Sangat penting; periksa setelah shooting, bukan pada saat paska produksi.
8. Hindari pemakaian zoom saat shooting
Kameraman yang baik adalah yang bisa mengurangi zooming. Kecuali bisa dilakukan dengan sebaik mungkin. Mendapatkan gambar lebih dekat ke objek sangat baik menggunakan dolly, camera glider, atau lakukan cut and shoot!.

9. Hindari pemakaian efek yang tidak perlu
Sebuah film pendek banyak mengandalkan efek-efek seperti; memulai film dengan alarm hitungan mundur (ringing alarm clock), transisi yang berlebihan seperti dissolves/wipe, dan credit titles yang panjang. Pikirkan dengan baik, apakah hal-hal ini perlu ditampilkan atau tidak. Pilihan yang sangat bijak jika semua itu tidak terlalu berlebihan.
10. Hindari shooting malam di luar ruang
Suasana gelap adalah musuh utama kamera (camcorder). Pengambilan gambar diluar ruang pada malam hari sangat membutuhkan cahaya. Apabila tidak menggunakan lighting yang cukup maka hasilnya akan jelek sekali. Meskipun dapat melakukan color correction pada saat editing, tapi sudah pasti dapat menyebabkan noise dan kualitas gambar menjadi drop. Paling baik adalah merubah skenario menjadi suasana siang hari. Tidak akan mengganggu cerita toh?.

Heru Cahyono, Mahasiswa Prodi KPI Fakultas Dakwah UIN SUKA Yogyakarta 2010.
READMORE -

Semangat Sang Juara



klinting/// bunyi ada sms masuk di HPQ
"ru kamu dapet juara satu photo, Q yg wakilin, ada amplopnya juga....from..+6281226922..."

saya tahu sms ini dari Eka temen kampus saya, karena dia panitia Acara Gebyar KPI 2010. Tadi sebelum pulang dari kampus saya berpesan dengan Eka, kalau saya tidak bisa mengikuti acara puncak Gebyar KPI 2011, maka saya minta tolong ke Eka kalo nanti saya dikabarin hasil pengumuman lomba yang saya ikuti.

Habis sholat maghrib hp saya bunyi lagi dan langsung segera ku buka..ternyata pesan itu dari Bu Evi (Kajur KPI)"Jurusan KPI mengucapkan SELAMAT kepada HERU CAHYONO atas prestasinya sebgai Juara I Lomba Fotografi dalam Gebyar KPI 2011. Semoga menjadi fotografer handal dan Profesional..from: Bu Evi"

Puji Syukur langsung saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kekuatan dan hasil karya sehingga mendapatkan juara I dalam Gebyar KPI 2011. Temen-temen saya semua dari komunitas Akeroluh, temen-temen semua KPI angkatan 2010. Saya ucapkan banyak terimakasih atas dukungannya selama ini.

Ini menumbuhkan semangat saya untuk berkarya lagi dan lagi...dari sinilah semangat saya berkobar-kobar dan ingin sekali membuat karya lagi yang banyak dan dapat dinikmati banyak orang serta berbagai kalangan.

Ya Allah bimbinglah hambamu ini ke jalanmu dan bimbinglah saya untuk menggapai segala cita-cita dan angan-angan saya selama ini. Amien...

Heru Cahyono, Mahasiswa Prodi KPI Fakultas Dakwah UIN SUKA Yogyakarta 2010.
READMORE -

Sabtu, 21 Mei 2011

Potret Mahasiswa Dulu dengan Sekarang


TAK dipungkiri lagi, pergerakan mahasiswa akhir-akhir ini mulai surut di ranah civitas academica. Bahkan, tak menampakkan batang hidungnya sebagai sosok garda depan dalam mengawal perubahan bangsa.

Hal ini merupakan PR besar bagi kita (baca: mahasiswa) untuk mengurai permasalahan krusial dewasa ini. Dan, faktor tersebut tentunya tak lepas dengan keadaan kampus era sekarang.

Mengapa demikian? Karena kampus saat ini tengah dikepung dengan kerumunan dunia virtual. Hadirnya internet dewasa ini memberikan dampak yang cukup luas bagi mahasiswa. Baik negatif maupun positif. Maka wajar bila zaman dulu dianggap sebagai zaman jadul dikarenakan belum adanya teknologi canggih semacam internet.

Melihat hal di atas, setidaknya kita bisa mengidentifikasi mengapa mahasiswa saat ini sangat minim melakukan pergerakan sosial. Sebab, dengan adanya teknologi cangggih semacam ponsel dan internet, mahasiswa lebih cenderung memilih jalur cepat, dan serba instan. Tinggal klik atau pencet. Langsung tepat sasaran.

Oleh sebab itu, mahasiswa yang awal mula gemar mensosialisasikan pergerakan atau sibuk dengan kegiatan kampus, saat ini mulai gemar berselancar di dunia maya. Hal inilah yang menjadikan mahasiswa mulai ogah melakukan pergerakan atau menghidupkan kampus.

Sehingga, permasalahan ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi generasi muda sekarang, terlebih bagi mahasiswa. Di samping itu juga, menjamurnya gaya hidup hedonis di sekeliling kita adalah cobaan bagi segenap generasi bangsa. Bila kita cermati, pergerakan mahasiswa sudah mulai tertimbun dengan gaya hidup (life style) pemuda sekarang. Lihat saja, betapa bangganya mahasiswa jika menenteng Black Berry dari pada memiliki intelegensi tinggi. Sungguh ironis bukan?

Terlepas dari itu, lalu, PR yang harus kita selesaikan adalah, bagaimana mengembalikan kejayaan kampus seperti dulu. Yaitu kampus yang penuh dengan nuansa diskusi di tiap sudut kelas. Dan, pemandangan mahasiswa yang mondar-mandir untuk melakukan orasi turun ke jalan demi menyuarakan hak-hak rakyat yang tertindas atas kebijakan pemerintah.

Setidaknya, atas dasar kesadaran bersama oleh mahasiswa, akan mengingatkan kembali bahwa kita mempunyai tanggung jawab yang besar di masyarakat. Sehingga, gelar agen sosial of change tidak sekadar simbol ansich. Namun, dapat mewujud dengan tindakan nyata. Dengan demikian, mau tidak mau saat ini kita harus menghidupkan atau nguri-nguri (bahasa jawa) kampus agar pergerakan mahasiswa tidak dianggap mati. Hidup Mahasiswa!

Heru Cahyono, Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga 2010.
READMORE -

Selasa, 17 Mei 2011

Be An Actor, Not A Actor


Tadi pagi, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli beberapa koran serta majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut.


Orang pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.


Orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, "Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual menyebalkan itu?"


Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain."


"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama. Ia masih merasa kesal.


"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri."


Yes!! Itu point-nya!!


Seandainya ada orang yang melakukan hal yang buruk kepada kita, jangan pernah biarkan orang tersebut menentukan cara kita bertindak. Sayangnya, seringkali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.


Mari renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dgn baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik!! Be an "actor", not a "reactor". Luar biasa!

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2010.
READMORE -

Pelajaran Waisak dan Kuntowijoyo


Ini tentang kisah panjang seorang laki-laki bernama Sidharta, putra Raja Sudodhana dengan ratu Mahamaya. Terlahir di taman Lumbini, sebagai Bodhisatva–seseorang yang akan mencapai kesenangan tertinggi, sang Budha.

Sebagai proses perjalanan, sang pemuda Sidharta masuk hutan dan meninggalkan kebanggan dunia, sebagai seorang Pangeran. Masuk dalam sepi. Mengenyahkan tiga rasa takut manusiawi, ketakutan akan menua, ketakutan akan menderita sakit dan ketakutan akan kematian yang menjumput. Dalam tahap inilah, pemuda Shidarta mencapai pencahayaan paling tinggi, yang sempurna, sebagai manusia yang pertapa yang sunyi dari keriuhrendahan duaniawi, tetapi gelaisah dalam pencarian. Purnama Sidhi, di bulan Waisak menandai pencapaiannya.

Saat wafatnya, menggegerkan seluruh jagad raya, semua yang hidup, bahkan mungkin juga pohon-pohon, batu-batu, sungai yang mengalir, angin yang berhembus, melepaskan kepergiannya, bersujud berdoa khususk dengan bahasa mereka sendiri, nyenyuwun sesuai dengan kedekatan dan pemaknaannya terhadap sebuah relasi kemanusiaan yang sepi dan sunyi. Sang Budha menapaki pencapaian akhirnya, Parinibbana. Akhir dari kehidupan.

Hari Tri Suci Waisak, sedang mengenangkan tiga penapakan manusia dalam hidup di dunia yang sudah semakin menua. Dunia yang kian menyakit, dan rapuh karena ulah mereka yang henda menang sendiri. Manusia yang tak lagi hendak menyepi dan cukuplah Ia yang di atas yang mengerti mengenai kebaikan yang dilakukan.

Seperti juga laki-laki tua, dalam Cerita Pendek Sepotong Kayu untuk Tuhan, karya Kuntowijoyo. Laki-laki itu hidup di sebuah pedesaan yang terpencil, dan juga merasa sendiri, karena selalu saja istrinya menganggapnya malas. Dan pada kesepiaan yang benar-benar, sepi ketika istrinya pergi ke lain desa, sang laki-laki tua, tersadar dan ingat benar di dusunnya sedang dilakukan pembangunan masjid.

Apa yang dia pikirkan, ia ingin menyumbangkan sesutau seperti yang lain. Pilihannya, sebuah pohon nangka yang sangat di sayanginya, karena ia menanamnya sendiri di kebunnya. Agar tak diketahui orang banyak, karena ia ingin melakukannya dalam diam, laki-laki tua itu menghanyutkannya ke sungai dan memastikan kayunya tersangkut di dekat lokasi masjid di bangun.

Tetapi, apa jadinya, manakala fajar tiba, ternyata ia tahu kayu itu tak ada lagi di sana. Hilang entah ke mana dan siapa yang sudah mengambilnya. Ada rasa kecewa yang amat sangat, sebuah ketakutan kebaikannya tak akan sampai. Sebuah keraguan kemanusiaan yang biasa dan jamak. Namun, pada akhirnya, tidak bagi laki-laki itu, Dalam kesepian, sampailah ia pada kemanusiaan yang sempurna, yang tak perlu iming-iming untuk mendapatkan imbalan bagi sebuah kebaikan. Ia yakin saja, dengan nada bertanya, mungkin kayu itu sampai pula sudah ke Tuahnnya.

Kuntowijoyo, tidak sedang menyindir siapa pun. Kuntowijoyo sedang mencoba membangun simbol bagi sebuah tahapan kesadaran manusia mengenai kemanusiaannya. Mengenai cara pandang terhadap kehidupan, kebaikan dan keburukan, dan tentu saja mengenai Tuhannya.

Pangeran Sidharta, telah mendahului apa yang disimbolkan Kuntowijoyo, ia bahkan melakoninya dengan dirinya sendiri sebagai jalan untuk mencapai kesempurnaan hidup, melampaui tiga tahapan kehidupan, dan terbebas dari tiga rasa takut manusiawi yang bisa menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan-perbuatan yang berlawanan dengan hakiklat kemanusiaan, meski berteriak atas nama kemanusiaan.

Begitulah memaknai Waisak, dan mencoba untuk mengejawantahkan dalam kehidupan kini yang sudah kehilangan arah. Kehilangan kamanungsan. Melakukan segala tindak dengan segala cara, justru bukan untuk membebaskan diri dari rasa takut tua, takut sakit dan takut mati, melainkan justru untuk terus memelihara ketakutan itu dalam hatinya.

Kerakusan, ketamakan, saling menguasai, dan mencaci ke sana dan ke sini, memaksa-maksa siapa pun, sesungguhnya merupakan represntasi dari kesalahan arah manusia dalam hidupnya, karena dalam jiwanya, dalam hatinya, justru bersarang tiga rasa takut, yang oleh Sang Budha harus dienyahkan jauh-jauh.***
READMORE -

Minggu, 15 Mei 2011

HARDIKNAS Dan Obral Janji Pemerintah


Mahasiswa menilai, selama ini pemerintah hanya suka obral janji. Sama halnya dengan para wakil rakyat di DPR, pemerintah dinilai hanya mengobral omong kosong belaka menjamin rakyat miskin bisa juga menikmati dunia pendidikan.
"Silakan lihat di beberapa kolong jembatan, pelosok desa, yang masih banyak generasi bangsa yang tidak sekolah. Di Kota Malang, yang katanya kota pendidikan, ternyata hanya omong kosong juga," kata koordinator aksi, Yuli, dalam orasinya saat menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (2/5/2011).

Aksi pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) itu dilakukan oleh ratusan mahasiswa Malang yang tergabung dalam Front Mahasiswa Malang Raya (FMMR). Organ tersebut terdiri atas PMKRI, GMNI, SMART, KMB, IMM, IMM Hukum, Front UB, HMI UB, dan Forbas Malang.

"Di hari pendidikan nasional ini masih banyak anak Indonesia, khususnya di Kota Malang, yang tidak sekolah. Karena itu, pemerintah harus segera menyetop komersialisasi pendidikan," kata Yuli.

Ditemui seusai orasi, aksi tersebut menuntut agar tidak ada lagi diskriminasi dan kekerasan dalam dunia pendidikan. Mahasiswa juga menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010 dan Sistem Badan Layanan Umum (BLU), meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan bantuan operasional sekolah (BOS), menghapuskan ujian nasional (UN), serta menghapus BHMN.

"Saat ini pemerintah segera memberikan dan meningkatkan pendidikan gratis yang berkualitas, realisasikan 20 persen APBN untuk pendidikan. Perhatikan dan tingkatkan kesejahteraan pendidikan. Hapus SBI dan cabut sistem kejar paket," ujarnya.

Yuli menambahkan, pemernitah saat ini, terutama pihak Kementrian Pendidikan Nasional, hanya bisa obral janji kepada rakyat.

"Ini terbukti, pendidikan hanya bisa dinikmati orang yang punya uang. Anak dari keluarga miskin tak bisa merasakannya," katanya.

Aksi para mahasiswa tersebut akhirnya diterima oleh perwakilan dari DPRD Kota Malang, yakni Wakil Ketua DPRD Kota Malang Ahmadi. Di depan mahasiswa, Ahmadi menyatakan, tuntutan mahasiswa tersebut akan dikirim melalui faksimile (fax)ke Kementrian Pendidikan Nasional.

"Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan kami sampaikan kepada Mendiknas langsung melalui fax. Untuk di Kota Malang, tuntutan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pantauan DPRD Kota Malang," kata Ahmadi. Sumber: Kompas.Com

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN SUKA Yogyakarta 2010.
READMORE -

Sabtu, 14 Mei 2011

Profesional? Harus!


PERSEPSI masyarakat tentang sosok mahasiswa sering berlebih. Mahasiswa dianggap berstrata lebih tinggi, dengan jalan hidup jelas, dan berakhir dengan kesuksesan. Kenyataannya, tak semua seperti itu.

Mahasiswa juga dianggap agen perubahan. Karena itu, masyarakat menunggu aktualisasi peran mahasiswa. Masyarakat menganggap mahasiswa agen perubahan jika mereka menerapkan gagasan dan tak sekadar omong kosong.

Jadi profesional dapat menjadi jalan untuk menunjukkan mahasiswa tak hanya bisa bicara. Profesional di bidang masing-masing. Sikap total dalam berusaha dan tak setengah-setengah bekerja merupakan wujud bakti mahasiswa. Bukan cuma untuk masyarakat, melainkan juga bangsa dan negara.

Menggunakan kemampuan intelektual secara maksimal, lalu berupaya menerapkan gagasan secara total merupakan sikap profesional sebagai mahasiswa. Totalitas itu harus dijaga dengan tak melalaikan tugas kuliah.
Mahasiswa tak bisa mengkritik tatanan di masyarakat, sementara mereka melalaikan tugas kuliah. Jangan sampai mahasiswa hanya mengkritik, tetapi tak bisa melakoni peran dengan baik.

Bersikap profesional sebagai mahasiswa juga diwujudkan dengan menjaga moral. Degradasi moral di kalangan mahasiswa dapat menurunkan kepercayaan masyarakat. Mereka kerap dianggap hanya bisa bicara. Moral yang baik dapat meyakinkan masyarakat bahwa mahasiswa mampu menerapkan ilmu dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar teori.

Kiprah itu hendaknya ditunjukkan bukan hanya ketika masih mahasiswa. Namun juga setelah lulus dan bekerja. Jangan sampai bersikap idealis ketika masih jadi mahasiswa, lantas asal-asalan setelah lulus. Tak salah jadi profesional kapan saja dan di mana saja. Sebab, jadi profesional adalah pembuktian.

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN SUKA Yogyakarta 2010.
READMORE -

Nalar Kritis Mahasiswa


DI dunia akademik, mengkritik atau dikritik adalah lumrah. Ilmuwan, peneliti, dosen, mahasiswa, dan akademisi lain mengkritik dan dikritik untuk melahirkan temuan dan pengetahuan baru yang lebih baik dari masa ke masa.

Mengkritik berarti menanggapi dengan perspektif tertentu, diikuti pernyataan solutif sebagai masukan atas kekurangan yang ada. Tanggapan tanpa saran konstruktif bagai teori yang tak didukung dalil ilmiah yang valid.

Diskusi rutin bagi mahasiswa merupakan wujud pengembangan tradisi “mengkritik” secara sistematis. Dalam proses pembelajaran, diskusi penting sebagai stimulus kemajuan pemikiran mahasiswa. Mahasiswa yang pasif, jarang diskusi, cenderung berwawasan dan pengetahuan dangkal dan tidak komprehensif. Dampaknya, pola pikir mereka pun rigid dan stagnan.

Jadi Sorotan

Kepasifan mahasiswa berdiskusi memunculkan pertanyaan: ke mana rasa ingin tahu mereka mengenai ilmu pengetahuan baru? Tak pelak, kematian minat kaum intelektual muda itu jadi sorotan tersendiri.

Paling tidak ada dua faktor yang mendasari problema itu. Pertama, kondisi akademik yang tak kondusif. Diakui atau tidak, pengaruh lingkungan berdampak cukup besar. Suasana yang tak mendukung sering berpengaruh negatif terhadap perkembangan inteligensia mahasiswa. Sebagai contoh, teman-teman di tempat tinggal mahasiswa jarang melakukan diskusi, debat, kajian ilmiah, dan membentuk klub studi. Lama-kelamaan mahasiswa itu terbawa arus kemunduran. Lalu, semangat belajarnya pun meluntur.

Kedua, faktor dosen. Sebagai pengajar, dosen berperan besar dalam mengarahkan mahasiswa saat proses transfer ilmu pengetahuan. Ibarat kendaraan, dosen adalah supir yang memegang kendali sepenuhnya atas keselamatan penumpang. Pada awal masa kuliah, mahasiswa mencari “jati diri” dan dosenlah yang membantu mereka menemukan “jati diri”.

Tenaga ahli terdidik seperti dosen tak hanya bertugas menyampaikan materi kuliah. Mereka dituntut menanamkan semangat dan berbagi pengalaman. Yang tak kalah penting, dosen harus komunikatif dan atraktif sehingga tercipta dialog aktif dengan mahasiswa. Jangan jadi “dosen killer” yang membuat mahasiswa takut menyuarakan pendapat.

Kritis yang Etis

Mahasiswa identik dengan ide brilian yang memberikan sumbangsih bagi perubahan. Gerakan mereka terorganisasi rapi. Solidaritas tinggi didukung kedewasaan berpikir membuat mereka dijuluki agen perubahan.
Sejarah mencatat peran mahasiswa dalam melahirkan era baru reformasi tahun 1998. Seolah-olah tak kenal lelah mereka terus menyuarakan kata “reformasi” dan “reformasi” sampai akhirnya rezim Soeharto tumbang. Tak berhenti di situ. Secara kritis mereka terus mengawasi pemerintahan baru di bawah BJ Habibie. Sekelumit peristiwa itu jadi bukti sifat kritis dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa dan negara.

Sikap kritis dan progresif merupakan fitrah mahasiswa. Esensi sifat itu berasal dari rasa ingin tahu dan tanggap keadaan sekitar. Lazimnya mahasiswa yang menemukan kejanggalan dalam bentuk apa pun, baik dalam pembelajaran di bangku kuliah maupun kehidupan nyata, akan mengeluarkan suara hati secara terbuka.

Namun terkadang kedua sikap itu tak terterapkan dengan baik. Acap mereka menyampaikan pendapat secara frontal dan kurang etis. Egoisme cukup tinggi dibarengi semangat muda yang masih berkobar membuat mahasiswa kurang mampu mengendalikan emosi.

Diskusi etis dapat diwujudkan melalui penyampaian kritis suatu permasalahan tanpa intonasi tinggi dan berkesan mengedepankan amarah. Sebagaimana ilmu padi yang makin merunduk tatkala berisi, makin berilmu seorang mahasiswa seharusnya menjadi rendah hati.

Terutama saat berdiskusi dengan dosen yang notabene telah mengajarkan banyak ilmu pada mereka. Pada sisi ini, dosen tak hanya diposisikan layaknya pemateri. Mereka adalah guru sekaligus orang tua mahasiswa di perguruan tinggi.

Opsi kedua dalam penyampaian diskusi yang etis adalah lewat tulisan. Cara itu boleh dikatakan sebagai media adu argumen yang merepresentasikan intelektualitas mahasiswa. Debat lewat tulisan jauh lebih efektif dan “mengena” ketimbang lewat perantara lisan. Penyebabnya tak lain karena tulisan didahului pematangan isi dari segi kualitas dan bahasa. Dalam proses penulisan, mahasiswa bisa lebih selektif menggunakan diksi yang tepat. Selanjutnya, tulisan jadi lebih santun dan menghasilkan diskusi yang lebih menekankan aspek pertukaran pemikiran, tanpa mengurangi substansi dan kualitas.

Diskusi dengan nilai ketimuran yang sarat moralitas hendaknya tetap ditanamkan pada diri mahasiswa. Pribadi berilmu nan santun jauh lebih terhormat daripada memiliki sejuta ilmu tanpa akhlak mulia.

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN SUKA Yogyakarta 2010.
READMORE -

Rabu, 11 Mei 2011

Gebyar KPI 2011


Yogyakarta, UIN SUKA Yogyakarta. Gebyar KPI adalah ajang kreatifitas mahasiswa KPI berupa karya Jurnalistik, Photography, Video (Film, Iklan, News) dan Pameran berbagai karya mahasiswa KPI.

Bagi mahasiswa KPI Fakultas Dakwah UIN SUKA Yogyakarta yang mempunyai kemampuan dan kreatifitas yang berhubungan dengan Jurnalistik, Photography dan Video. Kalian bisa ikutan dalam ajang kreatifitas mahasiswa KPI 2011 ini. Di acara yang akan dilaksanakan besuk 24-27 Mei 2011 pasti akan sangat meriah karena selain berbagai pameran karya dan lomba KPI juga ada lomba Fashion Show. Ini menunjukkan bahwa Mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mempunyai bibit-bibit unggul yang nantinya dapat berperan di dunia kerja dan usaha mandiri dalam kehidupan nantinya.

Banyak keunggulan karya-karya yang nantinya akan di tampilkan dalam acara Gebyar KPI pada tahun ini. Itu terlihat antusias mahasiswa untuk mengikuti lomba dan acara ini sangat banyak. Maka dari itu anda harus datang di acara gebyar KPI ini nanti, karena banyak ilmu dan inspirasi yang bisa anda dapatkan dalam acara ini. Semoga Bermanfaat.... Di tunggu kedatangan di acara yang akan datang.

Semangat Mahasiswa KPI angkatan 2010 kalian pasti bisa menampilkan berbagai karya yang dapat kita perlihatkan kepada kampus dan masyarakat bahwa KITA BISA!!!!

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi KOmunikasi dan Penyiaran Islam UIN SUKA Yogyakarta 2010.
READMORE -

Jumat, 29 April 2011

5 Spirit Juara Ala Donald Trump


Banyak yang terkejut ketika tiba-tiba pengusaha sukses Donald Trump menyatakan akan mencalonkan diri menjadi Presiden AS pada pemilihan tahun 2012. Trump akan mencoba meniti jalan jadi calon Presiden AS dari Partai Republik. Jika ia lolos mewakili partainya, kelak akan berhadapan dengan Barack Obama yang sepertinya akan kembali mencalonkan diri untuk periode kedua.


Seperti apa peluang Trump? Mungkin masih terlalu jauh untuk menelusurinya sekarang. Akan tetapi Trump punya modal popularitasnya yang tak diragukan. Meski pengusaha, Trump boleh dibilang populer di segala lapisan masyarakat AS. Bahkan ia terkenal juga di dunia. Program televisinya "The Apprentice" sangat mendunia. Dia juga penulis buku ulung. Dalam buku "Think Like A Champions" (Berpikir Layaknya Seorang Juara), Trump menumpahkan tips-tips praktisnya agar seseorang mencapai kesuksesan. Lima poin di antaranya yang menarik adalah sebagai berikut:


1. Inovasi


Menurut Trump, untuk menjadi sukses kita harus sadar akan berbagai hal yang kadang aneh, karena hal itu bisa menjadi langkah besar menuju inovasi. Di matanya, berinovasi tak berarti mencipta sesuatu yang benar-benar baru secara utuh.


"Kita tidak benar-benar mencipta, tapi kita merangkai apa yang sudah diciptakan untuk kita. Jadilah perangkai yang hebat -tidak masalah di mana minat Anda-maka Anda sedang menempuh jalan menuju daya invensi," tuturnya.


2. Berpikir Cepat


Berpikir cepat itu penting, katanya. Dan untuk bisa melakukannya perlu ada persiapan. Persiapannya bukan dimulai dari hari esok tapi dimulai dari hari ini.


"Jangan tunggu keadaan urgent untuk menguji kemampuan berpikir cepat, tetaplah waspada setiap saat. Orang sering berkomentar tentang betapa cepat saya bekerja, yang adalah benar. Tapi alasan saya bisa bergerak cepat adalah karena saya telah melakukan pekerjaan latar belakang terlebih dahulu yang sering tidak dilihat seorang pun," tuturnya.



3. Totalitas


Kita sering kali tak peduli pada apa yang terjadi di lingkungan kita selama itu tak mempengaruhi kita. Ibaratnya, kita memesan pizza lalu pizza datang dengan satu potongan hilang. Kita tak pernah mencari tahu kenapa satu potongan pizza hilang.


"Padahal, untuk menjadi pemenang dalam segala kesempatan kita harus berpikir secara total. Berusaha keraslah demi totalitas dan tetap membuat rasa ingin tahu Anda utuh, dan Anda akan melihat diri Anda siap untuk menang di semua kompetisi," ujarnya.


4. Berpikir Seperti Juara


Trump menggambarkan para juara seperti ini. Para juara berpikir besar. Para juara bekerja amat keras. Para juara itu fokus. Para juara berdisiplin. Para juara adalah seseorang yang bangkit ketika ia tak mampu. "Salah satu hal yang mereka semua sama-sama punya adalah pola pikir yang sama: Mereka ingin menang, mereka ingin menjadi yang terbaik," paparnya.


5. Beri Potensi Anda Peluang



Menurut Trump, ketika seorang achiever (orang yang selalu ingin menang) berprestasi, itu bukan fase untuk tenang, itu baru awal. Para achiever bergerak maju setiap kali - mereka mengantisipasi urusan berikutnya dan punya sasaran langsung yang telah disusun. "Para achiever mencari tantangan, sehingga urusan berikutnya adalah apa yang mereka pikirkan. Mereka punya kewajiban pada diri mereka sendiri untuk membuat diri mereka terbaik," ujarnya.


Itulah 5 tips dari Donald Trump yang disarikan dari buku Think LikeA Champions. Seperti yang ia katakan, mari berpikir seperti seorang juara mulai saat ini!!

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2010
READMORE -

Burung Kutilang yang Sombong


Setiap orang tercipta dengan bakat masing-masing. Karena itu, jangan sombong hanya karena merasa punya kelebihan. Dan, jangan pula merasa rendah diri karena merasa belum berprestasi.


Suatu kali, seperti biasa, burung kutilang berkicau dengan indahnya menyambut datangnya pagi. Banyak burung lain yang sebenarnya iri dengan kicauan kutilang. Sebab, ia bisa bernyanyi dengan merdunya sehingga banyak makhluk yang mengaguminya.


Salah satu yang sangat mengaguminya adalah burung pipit. Karena itu, pipit yang bisanya hanya bercuit-cuit, ingin berguru pada kutilang. Pipit juga ingin bisa bernyanyi semerdu burung kutilang. Maka, ia pun meminta agar Sang Kutilang mau mengajarinya menyanyi.


"Wahai Kutilang yang aku kagumi! Aku sangat ingin mempunyai suara merdu semerdu kicauanmu. Selama ini, aku hanya bisa bercuit-cuit dengan satu buah nada saja. Apakah kamu bisa mengajariku agar juga mampu bernyanyi dan ikut mengiringi indahnya terbitnya mentari pagi?" pinta pipit dengan sopan.


Mendengar permintaan itu, kutilang yang merasa dirinya paling merdu suaranya bukannya menerima, tapi malah mengejek si pipit. "Wahai Pipit. Kamu itu memang tercipta hanya sebagai burung yang bisanya hanya bercuit-cuit saja. Sedangkan aku, aku itu memang diciptakan untuk bisa bernyanyi merdu. Sedari lahir, aku sudah punya bakat menyanyi. Jadi, mana mungkin aku mengajarimu menyanyi seperti diriku?" elak Sang Kutilang.


"Tapi, paling tidak, ajarilah aku satu lagu saja. Siapa tahu, aku bisa mengubah kicauanku lebih indah," desak pipit pilu.


"Hmm... Sia-sia saja kamu memintaku. Kamu itu tidak punya bakat menyanyi! Percuma saja aku mengajarimu. Pergi sana. Biarkan aku menyanyi kembali. Ada banyak makhluk yang merindukan kicauanku. Jangan ganggu nyanyianku dengan permintaanmu," seru sang Kutilang pongah.


Pipit pun sangat sedih saat diusir kutilang. Ia pun pergi dan segera terbang menjauh dari kutilang. Namun, belum terlalu jauh dari sana, ia mendengar suara kutilang yang tak seperti biasanya. Kicauannya justru bernada sedih dan ketakutan. Sayup-sayup pipit kemudian mendengar, "Tolong... tolong.. tolong... Keluarkan aku dari sini. Aku mau bebas terbang. Tolong aku..."


Pipit yang mengenali itu suara kutilang, segera mendatanginya. Dilihatnya Sang Kutilang terjebak masuk ke dalam sangkar yang disiapkan pencari burung. Pipit pun segera menghampiri kutilang yang tak bisa keluar dari sangkar jebakan itu.


"Wahai Pipit. Maafkan aku. Bisakah kamu menolongku keluar dari sangkar ini? Saat hendak bernyanyi tadi, aku sangat lapar. Agar suaraku tetap merdu dan tetap nyaring, aku harus mencari makanan. Dan, saat aku melihat buah yang ranum di sangkar ini, aku segera masuk memakannya. Tapi, ternyata, aku tak bisa keluar lagi. Tolong aku pipit. Bisakah kamu menolongku agar keluar dari sini? Aku berjanji akan mengajarimu lagu apa saja," rayu Kutilang.


Pipit pun merasa iba. Akhirnya, ia pun berusaha melepaskan kutilang dari sangkar itu. Berulang kali ia mencoba. Namun, karena kurang hati-hati, ia malah ikut terjebak dalam sangkar itu. Kedua burung itu pun berteriak ketakutan.




Sore harinya, saat menjelang matahari terbenam, seorang pencari burung menemukan jebakannya berhasil menangkap dua burung. Satunya kutilang, satu lagi pipit. Namun, karena suara pipit tak semerdu suara kutilang, pipit pun dilepaskannya. Burung pipit terbebas dari sangkar. Kini, kutilang yang sombong hanya bisa menatap kepergian pipit dengan sedih. Kutilang tak sebebas dulu lagi...


Pembaca yang luar biasa...


Setiap makhluk yang diciptakan Sang Mahakuasa pasti mempunyai talentanya masing-masing. Bahkan, orang yang merasa tak punya bakat sekali pun, jika mau menggali dan mencari, serta dengan tekun mengasahnya, pasti memiliki kelebihan yang barangkali tak dimiliki oleh orang lain.


Karena itu, jangan pernah merasa sombong dan tinggi hati karena kita merasa punya kelebihan dibandingkan orang lain. Sebab, bisa jadi, apa yang kita kuasai, tak akan jadi sesuatu yang bermakna tanpa bantuan orang lain. Pemain bulu tangkis berbakat tak kan jadi hebat tanpa polesan pelatih yang tahu kelebihan dan kelemahan sang pemain. Seorang maestro lukisan tak kan jadi pelukis hebat tanpa mendapat kritikan dan masukan dari orang lain.


Sebaliknya, jangan pula merasa rendah diri hanya karena merasa tak punya kelebihan yang menonjol yang bisa dibanggakan. Sebab, bisa jadi, peran kecil dalam kehidupan yang kita jalani, bisa berarti banyak bagi orang lain. Seorang penata lampu di panggung meski tak tampak oleh penonton, ia menjadikan tata lampu pertunjukan jadi lebih indah sehingga penonton lebih terpuaskan. Seorang penyapu jalanan bisa jauh lebih berarti karena ia mampu mencegah sampah bertumpuk yang berpotensi mengundang penyakit dan bahkan banjir.


Mari, syukuri setiap kelebihan dan potensi yang kita miliki. Jangan patah arang jika merasa belum menemukan bakat yang kita miliki. Terus gali dan kembangkan hal apa saja yang bisa kita kuasai. Sebaliknya, jangan pula terjatuh dalam "kubangan" kesombongan layaknya Sang Kutilang, sehingga akan merugikan diri sendiri. Sumber: Andre Wongso

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN SUKA Yogyakarta.
READMORE -

Rabu, 06 April 2011

MIMPI




Teman-teman Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN SUKA Yogyakarta
READMORE -

Senin, 04 April 2011

Antara Kau dan Aku



Jarak yang memisahkan kita ini memang membuat hati kita selalu was-was. Rindu selalu menggeluti dihati kita berdua, keinginan untuk berjumpa selalu datang, lalu apa daya jarak yang memisahkan kita berdua untuk sementara ini. Aku memang sangat mencintaimu, sayang padamu setulus hatiku. Perasaan takut kehilangan kamu selalu hadir dalam pikiranku, kau bilang untuk tenang dan percaya sama kamu. Karena kamu juga sangat sayang dan mencintaiku. Kita sama-sama tidak mau berpisah dan kehilangan.

Cinta itu memang indah tatkala kita bisa menyemainya dengan baik. Kuingin selalu bersamamu, menemanimu, menjagamu, bercanda denganmu dan melakukan aktifitas sehari-hari bersamamu. hmmmmm rinduuu yang tak terbendung untuk jumpa denganmu memang belum bisa kita wujudkan untuk bertemu. Kita harus menunggu akan waktunya kelak datang kita akan berjumpa kembali dan kita akan bahagia bersama-sama dengan anak-anak yang lucu yang bisa kita ajak bermain bersama dan bercanda ria.

Saling percaya akan hubungan ini sangat penting, tapi terkadang aku terlalu cemburu denga kamu, maaf...itu karena saya sangat sayang dan cinta kamu. Karena aku takut kehilangan kamu. Komunikasi selalu kita jaga, telp/sms sudah kita lakukan, dan ini harus kita jaga dalam berkomunikasi setiap harinya. Karena ini sangat penting untuk mengetahui keadaan kita berdua yang sekarang terjadi.

Kuharapkan memang kau disana bisa menjaga cinta yang kuberikan kepadamu dan tidak akan menghianati cinta kita berdua. Saya sudah tidak bisa berkata lagi. Aku hanya mencintaimu dan menyayangimu....ku takkan berpaling dengan yang lain. WO AI NI
READMORE -