Tampilkan postingan dengan label Photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Photography. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

Tips foto: bagaimana cara memotret siluet




Siluet adalah foto dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang, sehingga yang terlihat adalah bentuk dari obyek utama tadi. Memotret siluet tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal anda tahu langkah-langkah dan tips-nya. Silahkan:
Matikan Flash
Yang pertama dan terpenting adalah flash di kamera harus dimatikan, kalau tidak anda akan mendapatkan foto biasa (karena obyek utama-nya tidak jadi gelap). Jadi matikan flash dikamera anda
Cari kondisi pencahayaan yang tepat (backlight)
Untuk menghasilkan siluet, background anda harus lebih terang dibandingkan dengan obyek utama. Itulah kenapa kebanyakan foto siluet dilakukan saat sunset atau sunrise, dimana matahari (sumber cahaya) ada di belakang obyek yang ingin anda foto (backlighting). Tapi jangan batasi diri, foto siluet bisa dihasilkan kapan saja, pada intinya anda hanya harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama.
Carilah obyek yang bentuknya menarik
Foto siluet akan sangat menonjolkan bentuk obyek utama, oleh karena itu carilah obyek dengan bentuk yang menarik dan memiliki karakter kuat. Perhatikan foto diatas, karena obyek utama (pencari ikan) kehilangan detail dan menjadi sangat gelap, bentuknya justru akan lebih terekspos. Kita bisa melihat dengan jelas batas-batas lekukan bentuk tubuh si nelayan, bentuk jaring dan bingkainya sampai tetesan air yang keluar dari jaring. Anda juga bisa mencoba dengan obyek lainnya.
Carilah background yang tepat
Untuk mendapat siluet anda harus menemukan background yang lebih terang. Usahakan juga untuk mendapatkan background yang menarik namun juga tidak ramai sehingga obyek utama terlihat sangat menonjol. Langit dan pantai adalah contoh favorit.
Ukur eksposur dengan tepat (manual/ auto)
Sebisa mungkin gunakanlah mode manual eskposur. Set metering di spot metering. Lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Dalam contoh foto diatas saya mengukur cahaya langit diatas helm. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speed sesuai dengan hasil metering anda, terutama pada aperture pastikan anda set sesuai keinginan anda (aperture besar untuk background yang agak kabur dan aperture kecil untuk background yang tajam). Setelah anda menentukan aperture dan shutter speed yang dipilih, arahkan kamera ke obyek utama. Aturlah h3 yang terbaik dan tentukan fokus di obyek utama, baru kemudian jepret….
Jika anda tidak bisa menggunakan mode manual, gunakanlah mode auto. Arahkan kamera ke area paling terang, dalam contoh diatas adalah ke langit diatas si pencari ikan, pencetlah setengah shutter anda (jangan pencet penuh) lalu tahan shutter jangan dilepas. Lalu arahkan kamera ke obyek utama anda baru kemudian jepret….
Jangan takut mencoba
Cobalah kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda jika anda gagal di kesempatan pertama. Cobalah juga bereksperimen dengan obyek dan lingkungan anda, jangan hanya terpaku pada sunset dan sunrise, karena foto siluet bisa dihasilkan dimanapun.
READMORE -

Sabtu, 02 April 2011

Tips Foto Bokeh



Istilah foto bokeh mungkin tidak begitu populer bagi awam dan sebagian pekerja seni foto lainnya. Saya sendiri mengenal istilah ini sejak mulai bersinggungan dengan internet.

Kata 'bokeh' sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti 'blur' atau 'kabur'. Istilah bokeh pertama kali dipopulerkan pada tahun 1997 di Photo Techniques Magazine oleh editor Mike Johnston, untuk menunjuk pada obyek foto yang dikelilingi oleh gambar latar belakang yang blur.

Foto bokeh sangat erat kaitannya dengan pemilihan ruang tajam yang bercerita sehingga menguatkan tampilan dari obyek utamanya. Jadi tidak hanya sekedar foto dari sebuah obyek yang latar belakangnya blur semata.

Untuk menciptakan foto bokeh yang asik, ada tahap-tahap yang perlu untuk diperhatikan :

Ruang tajam
Tentukan dulu seberapa blur latar belakang yang akan anda terapkan pada sebuah obyek daripada hanya sekadar membuatnya blur semata. Sebab kadang latar belakang yang tidak terlalu blur akan dapat bercerita dan membuat tampilan obyek utamanya menjadi lebih kuat.

Lensa
Semakin panjang fokal lensanya atau lensa tele maka semakin sempit ruang tajam yang dihasilkannya. Biasanya dengan menggunakan lensa tele 100 mm ke atas atau lensa yang memiliki aperture yang cukup besar . Misalnya lensa 50 mm dengan f 1.2.

Pemilihan obyek
Pilihlah obyek yang dapat membuat foto bokeh anda bisa bercerita dan sedap dipandang mata. Dengan banyaknya latihan lama-kelamaan kepekaan mata kita akan dapat memilih obyek mana yang layak untuk dijadikan sebuah foto bokeh.

Heru Cahyono< Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN SUKA Yogyakarta
READMORE -

Aperture dan Shutter Priority



Aperture priority dan shutter priority adalah modus semi otomatis yang biasanya ditanamkan pada kamera saku tingkat advance dan entry level pada kamera DSLR. Tapi seperti biasa, para pengguna kamera pada umumnya lebih memilih feature full otomatis agar mereka tidak usah terlalu banyak mikir tinggal bidik dan jepret. Beres.

Padahal dengan sedikit kreatifitas dan pemilihan pada kedua modus ini anda bisa menghasilkan foto yang tidak biasa-biasa saja. Memang diperlukan banyak latihan agar anda bisa menguasai modus ini, tapi semua itu sepadan.

Berikut pengertian dari kedua modus ini :

Aperture Priority ( Av )
Jika modus ini dipilih, anda tinggal mengatur setelan diafragma ( f ). Lalu shutter speed atau bukaan rana secara otomatis disesuaikan menurut keadaan obyek foto. Modus ini digunakan untuk menciptakan ruang tajam sehingga latar belakang maupun latar depan obyek foto menjadi buram. Lebih kecil angka diafragma, lebih sempit ruang tajam yang dihasilkan.

Shutter Priority ( Tv )
Pada modus ini kita tinggal mengatur setelan kecepatan rana atau shutter speed. Kemudian besaran diafragma secara otomatis diatur oleh kamera. Modus ini digunakan ketika kita ingin memotret obyek yang berkaitan dengan kecepatan atau olah raga. Misalnya, memotret sebuah pertandingan bulu tangkis atau memotret lampu lalu lintas pada malam hari dengan menggunakan kecepatan rana yang rendah.

Mudah-mudahan bisa membantu.

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN SUKA Yogyakarta
READMORE -

Memotret Seperti Profesional



Saat ini memotret bukanlah sesuatu yang mewah lagi. Hampir semua orang sudah mengantongi atau membawa kameranya masing-masing walaupun sebatas kamera handphone. Apalagi resolusi kameranya sudah memungkinkan untuk dicetak ukuran postcard dengan hasil yang lumayan. Tidak seperti jaman saya dulu yang harus pontang-panting cari pinjaman kamera kalau akan ada acara seperti ulang tahun, karya wisata, hajatan di rumah atau sekedar acara 17-an tingkat RT.

Dengan kemudahan teknologi seperti ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk bisa menghasilkan foto-foto yang layak untuk dilihat dan bisa membuat kita tersenyum sambil mengenang.


Berikut tips yang biasa jadi panduan fotografer profesional ketika sedang bekerja yang bisa diterapkan oleh siapa saja, baik itu pengguna kamera DSLR, kamera saku, maupun kamera handphone. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1 . Cahaya.
Perhatikan arah datangnya cahaya terhadap obyek foto kita. Usahakan agar obyek menerima cahaya yang cukup untuk dipotret. Gunakan lampu kilat jika kita memotret di bawah keteduhan atau ada bayangan yang jatuh tepat di obyek foto kita.

2 . Komposisi.
Bagaimana cara kita menempatkan obyek foto terhadap lingkungannya dalam satu bingkai foto sehingga enak dipandang. Sebenarnya tidak ada patokan yang baku di dalam definisi komposisi. Tiap orang mempunyai taste atau selera yang berbeda-beda ketika menempatkan obyeknya dalam viewfinder. Ketika berbicara soal rasa, kita berbicara mengenai subyek yang sulit diperdebatkan.

3. Sudut pandang.
Usahakan tidak memotret sebuah obyek dengan sudut pandang 'biasa'. Anda bisa memotret dengan angle dari atas atau vertikal, agak dari bawah, dari sudut kiri atau agak ke kanan. Setiap sudut pandang atau angle kamera dapat menghasilkan 'rasa' yang berbeda-beda terhadap sebuah obyek. Kreatiflah!

4 . Latar belakang.
Pilihlah latar belakang yang tidak lebih menarik perhatian ketimbang obyek utamanya. Pilih juga latar belakang yang tidak mengganggu komposisi keseluruhan dari sebuah foto. Atau sekalian saja latar belakangnya dibuat kabur atau buram dengan pemilihan ruang tajam.

5 . Mengarahkan.
Apabila anda merasa sang obyek tidak berada atau berpose seperti apa yang ada dibenak anda, arahkanlah sesuai keinginan, baik itu untuk obyek benda mati atau model manusia. Anda berhak untuk mengarahkan agar hasil akhirnya bisa sebagus yang diharapkan, lagipula anda adalah sutradara didalam sesi pemotretan.

Sedikit kesabaran dan keinginan untuk belajar dapat membuat anda bisa menghasilkan foto-foto yang lebih layak dilihat tapi tidak harus membuat kita menjadi seorang fotografer profesional terlebih dahulu.

Sebab sejatinya memotret itu adalah,

"Belajar mengasah kepekaan rasa terhadap keindahan di sekeliling kita lalu membingkai keindahan tersebut lewat jepretan kamera.

Heru Cahyono, Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN SUKA Yogyakarta"
READMORE -