Tampilkan postingan dengan label Impikan Mimpimu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Impikan Mimpimu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Kembali Bercerita

Cukup lama saya tidak menulis, baik cerita ataupun tulisan-tulisan yang berbobot. Banyaknya rutinitas dan kegiatan kuliah yang kadang membuat lelah, dan tidak sempatnya diri ini untuk menulis apa-apa yang sedang terjadi pada hari ini yang biasa kita lakukan ataupun sesuatu yangterjadi di sekitar kita.

Keinginan menulis lagi dan memulai menulis lagi ketika saya melihat beberapa tulisan status yang ada di Facebook teman saya. Kayaknya asyik dan menyenangkan ketika kita mau me-share apa-apa yang terjadi di sekitar diri kita. Apakah sesuatu yang terjadi pada diri kita ataupun pada diri seseorang. Berbagi pengalaman adalah sesuatu yang sangat menyenangkan ketika kita bisa memberikannya dalam bentuk tulisan, dan bisa di baca lalu dirasakan oleh orang lain.

Menjadi penulis tidak harus menunggu orang itu terfokus terus-terusan memikirkan apa saja tema atau tujuan yang akan ditulis. Namun ketika kita bisa menuliskan apa yang ada dipikiran kita itu adalah hal yang sangat luar biasa pada diri kita. Makanya yuukk kita mulai menulis lagi.... berbagi bersama untuk kebahagiaan kita bersama....
READMORE -

Minggu, 24 Juli 2011

Bingung Gimana Mau Bayar Kuliah

Saya menarik nafas dengan dalam-dalam, merasakan sakitnya kepalaku yang nyud..nyud.. sakit kepayang.Pembayaran SPP Semester 3 sebesar 600 rb paling lambat tanggal 5 Agustus 2011, sekarang sudah tanggal 24 Juli. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi untuk bisa membayar SPP itu dengan waktu yang sudah ditentukan itu. Saya bekerja sebagai Operator warnet yang hasil gajinya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan kurang. Hanya setiap doaku memohon kepada-Nya untuk dapat memperlancar dan mempermudah untuk rezeki agar saya dapat membayar uang SPP.

Kadang saya mengeluh, mikirin masalah keuangan saya "serba kekurangan" ya mau gimana lagi keadaan ekonomi orang tua saya juga rendah. Sejak duduk di bangku MAN Klaten dulu saya juga sekolah sambil kerja sebagai loper koran. Dari hasil itu pula saya dapat membiayai sekolah. Kejadian seperti ini tidak saya alami sekali atau dua kali. Tapi saya harus kuat, saya harus bangkit dan yakin bahwa saya nanti akan bisa membayar uang itu dengan berbagai cara yang baik dan bijak.

Hanya keyakinan dan nekad modal yang saya lakukan. Aku pasti bisa mendapatkan uang sebesar itu, bahkan lebih dengan pertolongan Allah swt dan Rasulullah Muhammad SAW.
READMORE -

Kamis, 23 Juni 2011

Pengen Lanjut Ke SMA


Setelah saya lulus dari bangku SLTP, saya ingin sekali melanjutkan sekolah di SMA/Sederajat. Waktu itu saya mendaftarkan diri di MAN 1 Purwodadi, dan SMK Pancasila Purwodadi. Beberapa hari kemudian setelah melihat pengumuman yang di MAN 1 Purwodadi ternyata saya belum diterima, akhirnya saya ke SMK Pancasila dan melihat disana saya di terima. Syarat sebelum masuk sekolah dan menjadi murid di SMK tersebut, siswa harus sudah membayar uang regristasi sebesar 1 juta waktu itu.

Saya pulang dan dirumah bilang kepada bapak saya kalau saya dah daftar di SMK Pancasila dan diterima, nah syaratnya harus sudah membayar uang administrasi sebesar 1 juta dan harus lunas tidak boleh di cicil. Memang keadaan ekonomi keluarga saya rendah, karena memang waktu itu bapak saya tidak mempunyai uang sama sekali, akhirnya saya tidak jadi sekolah. sedih.... kecewa banget waktu itu..sampai-sampai aku menangis...

Menyesal itu pasti karena keinginan yang saya impikan tidak terwujud. Dalam penyesalan itu saya pergi dari rumah karena waktu itu saya sangat sebel sama bapak dan keluarga saya. Semarang kota yang saya tuju untuk menghilangkan rasa sakit dan kecewaku. Di kota ini saya tidak senang-senang atau hanya main. Tapi disana saya kerja di Perumahan Graha Estetika menjadi buruh bangunan selama setahun.

Banyak banged cerita yang saya alami waktu itu, kesal, capek, senang, semuanya bercampur baur dalam aktifitasku dalam bekerja. Keseharianku selama bekerja saya juga rajin banged pergi ke Masjid, karena kerutinan saya pergi ke masjid ada seorang wanita yang waktu itu suka ma saya. Setelah banyak ngobrol dan saling terbuka akhirnya saya dan dia jadian. Sekian waktu berjalan dia mengajak saya ke rumahnya, dan dia minta saya untuk melamarnya...waawwww kaget saya mendengar perkataannya. Padahal umur saya masih 16 tahun 10 bulan, bentar lagi 17 tahun heeee akhirnya saya jawab aku belum siap karena faktor umurku yang masih terlalu muda.

Waktu berjalan begitu cepat, saya terpaksa meninggalkan dia karena saya ternyata di ajak oleh kakak saya untuk melanjutkan sekolah di Klaten. Mulai dari situlah saya sudah tidak mempunyai hubungan komunikasi ma dia. Dia menangis saat aku tinggalkan dan hanya sorban saya yang berwana putih yang aku tinggalkan kepadanya sebagai kenangan dan bukti cintaku ma dia, bahwa saya dan dia berharap nanti kita dipertemukan kembali...to be continue
READMORE -

Rabu, 22 Juni 2011

Aku Ingin Jadi Pilot



Heru adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Masa-masa bahagia di waktu kecil suka bermain di sawah mencari katak dan bermain air di "kalen" dan membuat tenda-tenda kecil untuk berteduh dari panasnya terik matahari yang menyayat kulit hitamnya. Rasa senang, sedih, lucu, aneh dan bahagianya dia lakukan untuk mengikuti pelajaran di sekolahnya.

Mata pelajaran Matematika adalah pelajaran yang paling dia benci saat itu. Gurunya galak, kalau tidak bisa mengerjakan di depan pasti kena hukuman berdiri di depan pintu kelas. Pernah sampai dia menangis karena kena hukuman dan takut dengan gurunya itu yang memasang raut wajah seram dan matanya melotot sambil melihat Heru. Terkadang teman dan sahabat yang tempat tinggalnya hanya berhadapan dengan rumahnya, Nur Rohman namanya sering membantu untuk memberikan jawaban jikalau Pak Guru meminta Heru mengerjakan soal di depan.

Penakut adalah sikap Heru waktu itu, dia tidak suka dengan teman-temannya yang sering mengajaknya bertengkar. Setiap jam istirahat dia manfaatkan untuk ke perpustakaan dan membaca buku atau majalah tentang pesawat terbang. Pernah dalam angan-angannya dia ingin menjadi seorang pilot yang sanggup mengendarai dan menjalankan pesawat terbang. Terkadang waktu istirahat dia sering bermain kejar-kejaran, main kelereng, sepak bola, volly bersama teman-temannya.

Salah satu guru SD-nya yang mengajar di kelas 1 mempunyai usaha menjual Es Ceput dan Manisan. Disini Heru pernah juga dimintai tolong oleh gurunya tersebut untuk menjaga Es Ceput yang di jualnya di depan teras kelas. Dengan duduk dan merangkul Tremos Besar yang didalamnya terdapat kurang lebih 20 Es Ceput dan Manisan dia jual dengan harga 100 rupiah perbijinya. Ia adalah anak yang baik dan jujur, tidak pernah heru mengambil uang atau Es jika memang tidak di ijinkan oleh pemilik usaha itu.

Setiap ujian catur wulan waktu itu, nilai yang di dapat Heru selalu paling jelek dan buruk. Tidak sedikit jika ujian atau ulangan di kelas mendapatkan nilai nol besar. Ya itu akibatnya yang harus di terima Heru karena setiap pelajaran tidak pernah memperhatikan gurunya saat menerangkan. Pernah kejadian Heru dilempar penghapus oleh gurunya karena bercanda saat guru menerangkan pelajaran. ** he he sukurin :)Selain dapat lemparan penghapus papan tulis terkadang gurunya juga menjewer telinganya sampai merah...ckckck kasian...

Tidak tau sejak kapan Heru menyukai Maria teman sekelasnya yang putih, tinggi, cantik, pintar, rambutnya panjang. Tapi sayang Maria tidak menyukainya.., dengan berbagai usaha yang dilakukan Heru untuk mendapatkan sang pujaan hati ini ia lakukan tapi dalam wujud apa untuk membuktikan cinta kepadanya? "lupa eee" Temen-temen sekelasnya banyak yang membujuk dan kadang bercanda dengan menjodohkan atau bahasa gaulnya di comblangin gitu,... tapi tak berhasil juga...ya sudahlah :(

Saat yang menegangkan dan mendebarkan adalah ketika menanti hasil pengumuman kelulusan. Karena jika dia tidak lulus maka ia akan di tempatkan di Pondok Pesantren dan tidak melanjutkan sekolah impian di SMP yang diinginkannya. Karena Heru termasuk anak yang paling tidak suka berada di Pondok Pesantren, "anti pati dah pokoknya ..." Setelah beberapa menit dan hasil Ujiannya di bagikan kepada wali murid alhamdulillah SAYA LULUS!!!! perasaan senang dan bahagia tak terbendung dan ku luapkan dengan teriak-teriak "aku lulus...aku lulus".

Sampai dirumah langsung saja Heru berdiskusi dengan kakaknya untuk membahas sekolah yang akan dimasukinya. Setelah beberapa pertimbangan dan memusyawarahkan dengan keluarga akhirnya Heru mendaftar di SMP N 2 Toroh dan dia diterima di Sekolah tersebut. To Be Continue.....
READMORE -